[YSB] Memahami peran seorang muslim

Memahami peran seorang muslim adalah materi pembuka dari Kelas Eksklusif Your Sister Bunga, Edukasi Pernikahan & Parenting ini. Dijelaskan bahwa peran seorang muslim itu ada 3, yaitu:

Peran kita sebagai Abdullah 

‘Abdullah (sebagai hamba Allah), peran seorang muslim sebagai hamba Allah SWT maka harus selalu patuh dan taat atas segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya, manusia harus menuruti kemauan Allah, yang tidak boleh membangkang kepada-Nya. Seorang muslim harus beribadah kepada Allah baik dalam pengertian sempit (shalat, puasa, haji, dsb.) maupun luas: melaksanakan semua aktifitas baik dalam hubungan vertikal kepada Allah SWT maupun bermuamalah dengan sesama manusia untuk memperoleh keridhaan Allah sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah SWT dan Hadist.

Peran kita dalam kehidupan

Sebagai seorang muslim kita harus banyak bermuhasabah diri (evaluasi diri) untuk apa keberadaan kita di dunia yang fana ini. Lebih banyak berkomunikasi dengan Allah SWT setelah sholat-sholat malam atas apa yang sudah kita lakukan selama kita hidup. Kita hidup untuk beribadah kepada Allah SWT, mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya.

Potensi manusia (Allah SWT yang berikan)

Allah SWT memberikan manusia potensi-potensi dimana tanpa sadar manusia hidup untuk memnuhi potensi-potensi tersebut. Dibagi menjadi 2 hal yaitu kebutuhan hidup dan naluri. Kebutuhan hidup yang dimaksud ialah makan, minum, tidur dan lain-lain yang harus dipenuhi dengan baik jika tidak dipenuhi maka kita akan sakit atau rusak dan tidak dapat optimal. Naluri terbagi menjadi 3 macam yaitu Taddayun, Baqo’ dan Nau. Naluri ini tidak bersifat pasti karena hanya sewaktu-waktu saja pemenuhannya tidak seperti kebutuhan hidup yang semua orang pasti perlu dan harus makan, minum, tidur dll. Naluri jika tidak dipenuhi tidak membuat fatal tapi membuat gelisah.

Taddayun adalah naluri yang bersifat keagaamaan, setiap individu pasti merasakan bahwa dirinya lebih lemah daripada sesuatu. Sesuatu yang disucikan dan diagungkan. Contohnya naluri taddayun ini memuncak ketika kita diberi nikmat oleh Allah SWT lalu kita mengucapkan MashaAllah, Alhamdulillah dan biasanya menurun ketika kita diberikan ujian atau cobaan dari Allah SWT.

Baqa’ adalah naluri mempertahankan diri. Rasa takut, egois, cinta terhadap hal-hal duniawi dan merasa lebih dibandingkan orang lain merupakan contoh dari pemenuhan Baqa. Setiap individu pasti akan merasa takut ketika dirinya terancam, lari dari masalah, kemudian berusaha untuk berkelompok, berusaha untuk mempertahankan kedudukan yang sekarang dijabatinya, itu semua merupakan suatu eksistensi dari pemenuhan naluri tersebut. Kita sadar bahwa setiap langkah kita selalu berfikir, langkah manakah yang menguntungkan bagi kita. Dan berusaha untuk tidak menimbulkan masalah, walaupun sekecil debu. Rasa takut kita pada resiko yang dihadapi untuk setiap tindakan yang kita ambil merupakan suatu cara untuk memenuhi naluri tersebut.

Nau’ ini adalah naluri berkasih sayang, ada ketertarikan dengan lawan jenis untuk memenui naluri ini. Rasa memiliki termasuk pemenuhan dalam naluri tersebut. Dimaksudkan memiliki adalah cinta pada lawan jenis, bukan memiliki suatu objek atau benda, karena mencintai benda termasuk pemenuhan naluri mempertahankan diri. Rasa cinta pada teman adalah bentuk pemenuhan oleh seorang pelajar, tapi bukan berarti pacaran itu adalah jalan keluar yang baik untuk memenuhi naluri tersebut. Maka dari itu menikah adalah solusi dalam Islam untuk pemenuhan Nau yang memuncak, jadi menikah bukanlah masuk ke dalam kebutuhan hidup. Menikah adalah naluri Nau dan sunnah rasul yang pemenuhannya harus benar, sesuai dengan syariat Islam.

Pada materi ini sangat ditekankan bahwa menikah bukan kebutuhan hidup tapi adalah pemenuhan dari Nau yang memuncak. Pemenuhan Nau sangat-sangat ditekankan karena jika tidak dipenuhi maka akan membuat gelisah dan ketika pemenuhannya tidak benar maka akan berakibat buruk. Seorang anak yang tidak dapat memenuhi naluri nau -nya di dalam keluarga, bisa jadi akan mencari pemenuhannya ke orang lain, salah satunya dengan pacaran. Maka dari itu hendaknya keluarga adalah lingkaran pertama dari terpenuhinya naluri ini. Kedekatan orang tua ke anak sangat menentukan masa depan anak tersebut. Menikah sebagai pemenuhan dari nau pun hukumnya bukan wajib namun sunah sehingga ada baiknya kita sebagai muslim terutama yang baru saja berhijrah niatnya diluruskan untuk memperbaiki dan memperbanyak ibadah-ibadah wajib kita kepada Allah SWT sebelum memenuhi yang sunah. Karena kebanyakan anak muda milenial sekarang meributkan dan memfokuskan diri terhadap yang sunah-sunah dan lupa akan ibadah yang wajib. Setelah hijrah itu berdakwah, hijrah niatkan untuk berdakwah terlebih dahulu bukan hijrah untuk menikah (bisa menjadi motivasi untuk mendapatkan jodoh yang sholeh/sholehah namun hendaknya tetap harus berilmu), biar perihal jodoh yang datang diatur oleh Allah SWT. Kita harus berilmu terlebih dahulu sebelum beramal dan baperan 😀

Oh iya, banyak-banyak bermuhasabah diri ya! Biar kita bisa jadi pribadi yang lebih baik setiap harinya, aamiin ya Rabb.

Sumber:

 

Iklan

Kelas Eksklusif Your Sister Bunga, Edukasi Pernikahan & Parenting

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu makan wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah memlihara diri ketika suaminya tidak ada,oleh karena Allah telah memlihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kamudian jika mereka mentaatimu,maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.” (Q.S.An Nisa’: 34)

Dari ayat tersebut sudah jelas jawaban dari pertanyaan ‘apakah boleh suami memukul istrinya?’ jawabannya adalah ‘boleh’ tapi dengan syarat & ketentuan yang berlaku. Jika istri tidak taat/durhaka terhadap suami (nusyuz) maka suami harus menasehati istrinya, mengingatkan. Jika dengan dinasehati istri masih dan tetap saja tidak taat dan durhaka maka suami boleh memisahkan ranjang mereka tapi inipun masih dalam satu rumah namun beda kamar, jika dengan begitu istri tetap tidak taat kepada suami maka suami boleh memukul istri dengan syarat tidak boleh pada wajah dan bagian-bagian vital tubuh istri, memukul adalah pilihan yang paling akhir sekali dalam mengingatkan. Semoga kita menjadi istri yang taat dengan suami ya, aamiin.


YSB Poster

Jadi aku mengikuti kelas eksklusif edukasi pernikahan dan parenting ini tanggal 2 september 2018. Karena aku amaze sendiri sama materinya dan semacam recall semua materi yang 3 tahun terakhir aku pelajari mengenai pernikahan dan parenting tapi aku tidak menuliskannya, setelah mendapatkan materi ini aku jadi semakin bersemangat buat ngasih tau ke semua perempuan-perempuan yang mungkin membaca tulisan ini sembari mengingatkan bahwa kita harus berilmu sebelum baper *eh sebelum beramal hehe

Jadi, biar status-statusmu ngga cuma baper-baper terlihat kebelet pengen nikah aja tapi baper berisi ya sist… Oh iya, materinya diantara lain:

  • Memahami Peran Seorang Muslim
  • Konsep Pernikahan Dalam Islam
  • Memahami Peran setelah Menikah
  • Visi Misi Pernikahan
  • Komunikasi Aktif dan Efektif

Materi-materi tersebut akan ditulis berdasarkan sudut pandang aku yang menerima materi ya dan beberapa penjelasan tambahan yang aku dapatkan dari google hehe, nanti disetiap judulnya akan ada [YSB] menandakan bahwa materi ini didapat dari kelas eksklusif dari Your Sister Bunga, aku open banget buat sharing-sharing lebih lanjut dan kita cari ilmunya bareng-bareng, karena kalau ada temannya belajarnya bisa makin semangat 😀

Perempuan itu rumit

Sebenarnya perempuan memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan atas banyak hal termasuk perasaannya, hanya saja perempuan terkadang juga memiliki keinginan tidak ingin sendirian melalui banyak hal yang ia putuskan. Lalu jadilah rumit. (Alberta Shendy)

Quote sepintas yang tiba-tiba kepikiran di tulis di tumblr, lalu direblog seleb tumblr *eh lalu agak viral dengan banyak reblog, likes dan followers. Kebanyakan cewek yang meng-iya-kan, bukan cowok hm ini bikin aku jadi mikir sih. Jadi selama ini kita para cewek udah sadar kalau kita rumit ? dan oke-oke aja, meng-iya-kan aja dibilang rumit ?

Ngga sampai disitu penasaran lah buat pertanyaan kepo di whatsapp story dan IG Story yang bunyinya “Menurut kalian apa yang membuat ‘Perempuan itu rumit’ di mata laki-laki? *most of them” Jawabannya beragam banget sih, aku kira yang jawab paling laki-laki aja karena mungkin mereka pernah mengalami menghadapi perempuan yang mereka pikir rumit, ternyata para perempuan juga banyak kok yang jawab.

Mengumpulkan dari jawaban-jawaban mereka, kalau dari jawaban laki-laki perempuan rumit karena suka membesarkan perkara-perkara kecil, karena terlalu menggunakan perasaan, terlalu bawa-bawa perasaan (red. baper). Jawaban perempuan lebih detail lagi karena kode, inkonsistensi perkataan, perasaan dan perbuatan, pikirannya, asumsinya, prasangkanya itu bikin rumit dan kebanyakan jaim. Lalu ada juga jawaban lain kalau laki-laki juga misterius kok. Kemudian aku berpikir semakin rumit haha

Hm.

Karena tulisan ini dibuat agar mudah dipahami, tidak rumit dan agak bermanfaat. Biarkan aku mencoba menjadi penengah diantara banyak kerumitan ini hehe. Jadi yang perlu disadari (pertama) adalah harfiahnya perempuan dan laki-laki itu beda. Perempuan ingin dilindungi, ingin dimengerti walau tak berucap bahkan walaupun hanya diam ingin dimengerti juga (oke cukup sampai poin ini). Laki-laki yang aku tahu ingin merasa selalu diperlukan, ingin bertindak, kepekaan tidak setinggi yang perempuan miliki (itu dulu). Apa kamu sekarang sudah melihat titik-titik konfliknya ?

Jadi yang perlu disadari (kedua) oleh perempuan terutama, kalau laki-laki itu bukan cenayang yang bisa menebak isi hati kamu dan apa yang kamu mau walaupun kamu sudah menyampaikan banyak kode bertebaran dan untuk menyampaikan apa yang kamu mau itu tidak membuatmu terlihat lemah kok di mata laki-laki, dan tidak akan terlihat memalukan, itu akan sangat membantu laki-laki dalam memahami. Karena di kemudian hari dia akan menjadi lebih pandai untuk mengerti perempuan. Oh iya ini juga berlaku untuk sebaliknya.

Kemudian (ketiga) untuk perempuan, keluarkan kata-kata pamungkas jika kamu benar-benar tahu arti kata tersebut apa, misalnya: terserah dan yaudah. Jika kata terserah dan yaudah digunakan untuk menjawab sebuah pertanyaan itu artinya kamu menyerahkan semua keputusan atas pertanyaan tersebut kepada lawan bicara kamu, dan kamu baik-baik saja atas itu.

Apa-apa yang menurutku harfiah itu bukan suatu masalah, yang jadi masalah adalah kalau tidak bisa dikendalikan hingga menjadi terlalu terlalu semuanya. Maka dari itu baiknya kita (P & L) mengenal diri sendiri dan tahu cara mengatasinya bagaimana. Komunikasi juga jadi kunci utama, banyak-banyak ngobrol dan ketemu sama orang lain jadi bikin kita semakin tahu banyak tentang diri kita sendiri dan cara tepat menghadapi diri sendiri. Karena masalah terbesar itu datangnya dari diri sendiri 🙂


Ehm, aku kelihatan sotoy banget ya nulis-nulis ini macam aku gak rumit aja haha Aku juga rumit kok apalagi dalam hal makan bersama dan hal-hal yang menyangkut estetika.

Menentukan tempat makan bersama, makanannya harus enak, harga mahal dikit gpp tapi porsi gak boleh sedikit karena aku makannya banyak. Tempat makan yang begitu kan susah ya nyarinya apalagi kalau ditambah syarat lain misalnya, tempat harus cozy, ada colokan, terang jadi bagus buat wefie, banyak spot foto-foto dll iya aku serumit itu kadang-kadang. Kalau yang menyangkut estetika misalnya desain poster, desain ini itu dll posting foto di IG gak mau posting sebelum dapat yang kualitas HQ makanya aku latepost person banget di IG -.- dsb

Jadi perempuan rumit itu kadang menyenangkan karena bisa jadi kelebihan, akan detail dalam bekerja dan lebih visioner karena banyak pertimbangan. Satu sisi juga melelahkan, tanpa sadar kita bisa menyakiti orang lain dan mengkambing hitamkan orang lain karena perasaan diri sendiri yang tidak stabil. Maka baiknya kita bisa belajar mengendalikan itu semua karena itu menurutku salah satu skill yang para perempuan harus kuasai di era millenial ini, biar hidup terasa lebih menyenangkan \o.o/

 

 

2018, What’s next ?

 

llo,

Sebentar lagi ganti tahun \o.o/ I want to join year end hype nowadays 😀 bikin thanks to 2017 dan keinginan 2018, mainstream sih tapi bisa jadi pengingat saat tiba-tiba merasa hilang arah haha dan juga berharap yang membaca bisa mengaamiinkan ya :”)

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah… Terimakasih Allah SWT atas segala nikmat, berkah dan karunia di tahun 2017 ini :”) 2017 banyak kejutan! Sengaja waktu akhir tahun 2016 ngga bikin keinginan di tahun 2017 karena sempat hopeless sama sebuah target yang tidak tercapai jua bahkan sempai sekarang haha sehopeless itu waktu itu, akhirnya ngga ngoyo-ngoyo banget harus ini dan itu di tahun 2017, jalanin aja dengan usaha sebaik mungkin semua yang dikerjakan saat itu.

2017
My best friends getting married! Ini adalah momen dimana aku akhirnya tahu reaksi ilmiah dalam diri ini bagaimana kalau ditinggalkan sahabat menikah, iya ditinggalkan yang membahagiakan. Rasanya nano-nano seharu itu, yang biasanya banyak ngomong, jadi cuma diem kalau dipeluk langsung nangis. Emang dasarnya emosional banget. Dan lihat akad nikah secara langsung tuh, ajaib ya. Ajaib lah pokoknya, aku yang menyaksikan seharu itu gimana yang nikah ya hmm

Resign, yey! Ini adalah keinginan terpendam sejak lama yang sepertinya susah terwujud tapi ternyata terwujud juga, makasih Mamah yang sudah merestui anaknya merantau lagi dan makasih Bapak yang selalu percaya ndy, love!

Kuliah lagi 😀 Akhirnya setelah berpikir cukup lama 2 tahun 7 bulan bekerja dengan dihantui pikiran ‘kuliah lagi ngga ya’, ku bisa memutuskan dan keputusannya dadakan. Sedadakan itu sampai gak ada perkiraan kalau akan kuliah lagi tahun ini. Karena kalau dibayangkan kuliah transfer D3 ke S1 itu susah, bukan mata kuliahnya yang susah tapi mengelola ekspektasinya dan menurunkan keperfectionist-an ditambah lagi karena beda kampus dengan sebelumnya. Well, jadi belajar banyak banget menyoal manajemen ekspektasi disini, belajar ikhlas terus menerus.

FC Parenting, akhirnya comeback jadi admin hhe setelah beberapa bulan pasif dan mengundurkan diri, karena tiap hari timbul keresahan dan kangen bahasan-bahasannya jadilah kembali lagi dengan formasi admin yang sama dengan sebelumnya, karena udah dapat chemistrynya satu sama lain, alhamdulillah semoga ini bisa jadi wadah untuk terus menjadikan diri lebih baik dan semangat belajar 😀

DLL | Akhirnya banyak mencoba hal baru yang awalnya minder banget untuk dicoba, ketemu banyak orang baru, belajar banyak hal, menerima diri lebih banyak lagi dan belajar mengelola perasaan lebih rapi 🙂
Thanks to 2017


(Semoga) 2018…
LULUS. Aamiin. 
Timelinenya sih semester depan udah dapat judul skripsi, buat proposal sampai seminar proposal. Bahkan kalau bisa diakhir semester sidang sebelum masuk semester baru. Dan itu semua harus dijalani dengan masih adanya jadwal kuliah. Semoga Allah datangkan inspirasi menemukan tema/judul skripsi. Aamiin

Menemukan Cita-cita. To be honest di umur yang sekarang aku gak tahu mau jadi apa, jadi siapa, bekerja dimana, dikenal sebagai siapa, I dunno exactly. Dulu sih pernah nulis pengen jadi Cartographer tapi semakin kesini kok kayaknya aku tidak berbakat ya, suka sih tapi kok gak mendekati kearah arah cartographer sama sekali. Jadi kayaknya galau setelah lulus mau ngapain baru dimulai dari lulus kuliah yang kedua ini. Keinginan ada sih, tapi masih belum pede karena sama sekali gak ada sangkut pautnya sama background kuliah, cuma ini lebih terpampang nyata gitu karena sering banget dilakukan sehari-hari dan menyenangkan. InsyaAllah kegalauan-kegalauan ini bisa berakhir ya. Sejauh ini aku bahagianya kalau bisa jadi Support System untuk orang lain 🙂

Belajar Penulisan Ilmiah. Ini adalah momok sejak kuliah di Jogja. Aku gak suka, nyatanya bukan gak suka sih aku gak bisa dan aku merasa terlalu kaku menuliskan penelitian dengan banyak landasan teori muter-muter baru ke intinya. Tapi ini harus dipelajari mau gimanapun, tantangan sih semoga bisa menemukan titik terang ‘kesenangan’ di dalamnya ya. Kalau ngga skripsinya nanti terhambat selesainya 😦

Buka tabungan umroh/haji. Kata atasanku waktu kerja dulu, kalau mau jangan sekedar mau doang harus ikhtiar dan mumpung masih muda ikhtiarnya bisa dilakukan sejak dini banget. Ini wacana 2017 yang belum kesampaian, semoga di 2018 udah bisa buka tabungan umroh/haji, gapapa ya dikumpulkan dikit-dikit. InsyaAllah harus usaha dulu 🙂

Jualan yang rajin. Aku agak pesimis sih soal ini 😦 mengingat skripsi dan kuliah top prioritas banget tahun depan sedangkan aku orangnya masih semi-semi multitasking apalagi kalau pengennya serba perfect dulu. Tapi gapapa harus ditulis juga demi kemandirian finansial. Selain itu tahun depan nampaknya harus buat target-target pengeluaran dan tentunya pemasukkannya juga harus jelas. SEMANGAT!

Lainnya, biar ALLAH SWT yang mengejutkan, aku suka kejutan 🙂 Semoga banyak kejutan lainnya di Tahun 2018 yang bisa menjadikan diri ini lebih baik lagi. Aamiin.


yang baca mohon diaamiinkan ya, kalau ada saran-saran yang membangun dan bisa menguatkan keinginan-keinginanku di 2018 boleh banget aku dikasih tahu.

Selamat menjalani hari dengan baik, kita! 😀

[Tips] Belanja di Shopee

Liputan6.com, Jakarta – Shopee bisa dibilang menjadi pemain baru di ranah e-commerce Tanah Air. Startup asal Singapura ini bahkan mengklaim layanan belanja online yang ditawarkannya mengusung konsep mobile marketplace, khusus dari konsumen-ke-konsumen (C2C).

Siapa yang belum pernah belanja di Shopee ? Beberapa waktu lalu ada teman nanya ke aku “belanja di shopee terpercaya gak sih shend? barangnya beneran bagus ngga?” terus aku bingung mau jawab apa haha dibilang bagus yah kenyataannya ada yang ngga, dibilang ngga yah banyak banget yang bagus.

Sistem shopee yang mengusung C2C ini beda sama Zalora, Berrybenka, Hijabenka dll. Karena Shopee hanya penyedia tempat berjualan nih, jadi produk yang dijual terutama kualitas belum bisa dikontrol sepenuhnya oleh shopee, mesti kita yang cermat dan tricky belanjanya. Apalagi shopee gratis ongkirnya lumayan, bisa buat beli bakso 2 mangkok haha

Aku kalau memutuskan mencari suatu barang atau belanja di shopee, prosesnya agak lama sih dalam memilih-milihnya, cuma jadi worth it  gitu karna merasa puas belanja tanpa merasa ketipu sama kualitas barangnya hehe. Ini beberapa hal yang sangat aku cek berulang kali kalau belanja di shopee,

Foto Produk,
Cari yang foto produknya bagus, itu pasti. Cuma kalau di shopee ini kurang berlaku. Karena pasti ada satu foto yang dipakai sejuta umat seller shopee, jadi susah bandinginnya mana yang asli mana yang udah copy berkali-kali. Jadi beli jangan cuma karena foto produknya yang oke banget.

Deskripsi Produk,
lengkap ngga ? lengkap itu yang kayak gimana sih? yah yang memuat ukuran, ada jenis bahannya, atau ada kekurangannya atau ada do and don’ts  nya. Tapi ini juga gak pengaruh ke kualitas barangnya loh, cuma kitanya merasa tenang aja kalau udah dijelasin di deskripsi, walaupun banyak juga yang gak sesuai sama deskripsi. Oh iya, kalau kita baca deskripsi terus ada istilah-istilah yang kita gak ngerti mengenai bahan misalnya, tanya aja ke penjualnya atau googling! Jangan malas buat mencari tahu, daripada kecewa nanti :3

REVIEW!
Ah ini banget yang sering aku lihat pertama kali kalau mau beli, jadi jangan malas baca-baca review, soalnya kalau di Shopee semua terbuka ada fotonya juga. Kadang kita bisa menemukan minus-minus barang itu dari review ini. Ada juga sih customer yang cuma kasih bintang 1 atau 2 tanpa kasih tau alasannya, kasian sellernya :3

TERLARIS.
Jadi kalau nyari produk di shopee, di bagian atas akan ada tab ‘Terlaris’ nanti produk akan di sort dari yang paling banyak dibeli. Nah dari situ kita bisa tahu nih yang oke produknya yang mana, tapi tapi…. belum tentu juga yang sedikit beli gak oke ya produknya. Bagian bawah produk biasanya ada rating dan jumlah customer yang kasih review, kadang ada nih produknya laris banget tapi customer yang kasih review sedikit jadi perlu cek lagi ke detail produk ada berapa pcs/bulan yang kejual. Ribet ya? yah gitu sih kalau gak mau kecewa usahanya mesti ekstra hehe

Star Seller dan Official Shops
Star seller itu untuk seller yang sudah melakukan penjualan min.berapa ribu pcs gitu aku kurang tau, kalau official shop itu merchant-merchant yang emang sudah terpercaya, biasanya emang udah gede brandnya. Produk dari star seller sudah pasti yang beli banyak tapi tetap harus waspada juga, aku pernah mau beli suatu barang yang angka penjualannya tinggi banget, tapi pas aku cek review kok pada kecewa, cuma tetap banyak yang beli ckck jadi mesti hati-hati ya. Kalau official shops, menurutku gak perlu diragukan lagi sih, karena ini udah punya nama brand tersendiri, kita pasti sudah cukup kenal dan dipastikan original produknya. Bahkan sekarang kamu bisa beli baterai remote di online marketplace, yang biasa kalau aku beli di warung sebelah .—.

Jangan terburu-buru 🙂
Menurut aku kalau mau belanja online jangan keburu-buru. Jangan pas deket deadline perlu banget barangnya baru nyari, jangan. Karena berpotensi dapat barang yang kurang oke karena keputusan mendadak dan kurang berpikir panjang *yaelah. Jadilah tipikal emak-emak belanja di pasar, yang lama banget muter-muter sampai jumpalitan yang nemenin, ujung-ujungnya yang dibeli yang pertama doi lihat. Tapi, akhirnya mereka gak kecewa kan? nah terapin di belanja online, ngga cuma di shopee sih di semua marketplace, apalagi kalau yang detail banget soal banding-bandingin harga. Wah belanja online tuh seru sih bandingin harganya haha tapi tetep ya ada harga ada kualitas 😉

Jadi…….. bentar lagi akhir tahun! Siap-siap dengan berbagai serangan diskon marketplace yang menggoda ya. Mending kalau udah punya anggaran belanja akhir tahun dari sekarang aja deh bikin listnya, terus range harga biar kartu-kartu di dompet gak meringis makin tipis hihi jadi ngga mubazir juga tiba-tiba belanja yang ngga diperlukan tapi karena diskon gede jadi dibeli 🙂

Be smart customer ya sist 😉

 

 

People Nowadays

Kok resign sih ? sayang banget tau. Nyari kerjaan susah. Ngapain kuliah lagi? nanti aja, mending nikah dulu kan udah kuliah juga. Banyak tau yang susah dapat kerja, Shendy tuh beruntung tapi kenapa malah resign, sayang banget. Kuliah kan bisa nanti-nanti. Kalau diangkat jadi pegawai setelah itu kuliah kan bisa. 

Menurut saya kamu tuh ngga usah kuliah lagi, ngapain juga. Udah kerja ini, mending nanti aja kalau udah diangkat jadi pegawai baru deh kuliah. Gak perlu kuliah-kuliah lagi. Cari kerja susah tau, disini kan udah enak udah dapat uang sendiri.

dan lain-lain…

Aku sih gerah dengernya, walaupun gak semua denger langsung dari orangnya. Kebanyakan orang bilang gitu ke mamah. Mamah sempat agak goyah, tapi yah itulau orang tua. Apasih yang ngga buat anaknya kan ? :’) akunya aja yang belum bisa berbakti, membanggakan dan membahagiakan.

Aku tau keputusan resign ini tidak biasa, iya tidak biasa. Terutama di kota tempat tinggalku, yang katanya cari kerja itu susah. Mana ada yang mau melepaskan pekerjaan dengan gaji tetap dan kalau ke lapangan atau dinas luar kantor dapat lungsum yang lumayan buat ditabung bisa buat beli mobil land cruiser warna hijau army ? (ngga ding, lebay hha)

Iya, gak ada yang mau melepas pekerjaan ini. Setidaknya sampai saat ini aku belum bertemu orang seumurku yang baru saja bekerja kurang dari 2 tahun langsung memilih resign karena mau melanjutkan kuliah. Apa itu menjadikanku hebat ? ngga.

Setiap orang punya pilihan hidup masing-masing. Jika kita tidak bisa paham dengan pilihan hidup orang lain, cukup tahu saja jangan sampai menghakimi merasa pilihan orang itu salah.

Aku menghargai itu. Setidaknya sampai saat ini aku memaklumi orang-orang yang bertanya ‘kenapa resign?’ dan menampakkan emosi dan raut muka tidak terima. Padahal, itu hidupku loh. Makasih ya udah peduli :’)

Aku juga belum dapat jawaban yang dapat menjelaskan pertanyaan-pertanyaan itu. Karena aku merasa orang-orang ini juga gak perlu jawabanku, lalu untuk apa mereka bertanya? Mungkin pertanyaan itu adalah bentuk kesopanan dari ketidak terimaan mereka terhadap pilihan hidup orang lain. Mungkin.

Beberapa lainnya mendukung, tanpa menghakimi. Bahkan mendoakan yang terbaik dengan pilihan hidup yang ini. Adem rasanya kalau udah didoain, macam dikasih kepercayaan kalau aku bukan anak kecil lagi yang jajan sembarangan di pinggir jalan.

Tidak hanya perihal ini, bahkan orang-orang merasa lebih tahu terhadap kehidupan orang lain, seluruhnya. Semacam menghakimi massal apabila keputusan yang diambil berbeda dari orang kebanyakan.

Terimakasih untuk semua yang sudah bertanya dan berusaha memahami. Setidaknya dengan pertanyaan-pertanyaan itu aku jadi ada bahan untuk direnungkan dan dituliskan. Jadi pelajaran bahwa gak semua hal di dunia ini bisa kita mengerti, jika tidak jua bisa mengerti ya jangan memaksa dan menghakimi. Kasian, banyak korban perasaan berjatuhan 😉

Cita Cita dan Resign

Sejak resign di pekerjaan pertama setelah sukses keluar dari kampus biru. Cita-citaku selanjutnya adalah resign dari pekerjaan yang kedua. Karena bukan ini yang benar-benar aku inginkan, awalnya. Walaupun akhirnya ikhlas dengan keputusan yang 60% aku terlibat didalamnya. Sisanya? Orang tua.

Bulan-bulan pertama bekerja di tempat yang baru, benar-benar ngambang. Merasa setiap pagi terbangun dengan pertanyaan yang sama “ini aku dimana ya?”. Hari-hari diisi dengan kegiatan standar, bangun pagi-kerja-pulang-tidur dan begitu seterusnya. Bahkan aku merasa kalau tes MBTI sekali lagi, jangan-jangan 90% Ekstroku berubah jadi Intro seketika.

Setiap ada kesempatan ngobrol perihal kerjaan sama Mamah, pasti terselip kalimat “Shendy sebentar aja disini ya mah” dengan muka agak memelas dan penuh harap bahwa Mamah akan mengiyakan dengan senyuman. Tapi hasilnya, yah mana ada orang tua yang mau anaknya ‘pulang’ sebentar aja.

Sampai orang-orang di kantor pun sudah paham sekali, ‘walaupun shendy mengerjakan pekerjaannya, shendy bukan tipikal orang yang betah disini lama-lama’. Jadi setiap ada kesempatan ngobrol-ngobrol dengan petinggi kantor, sesekali terselip rayuan mereka ‘udah enak disini shend, dekat rumah, gak usah ngekost, makan enak’ dan aku selalu balas dengan senyuman atau sedikit tertawa agak palsu.

Bahkan beberapa kali perbincangan dengan Mamah mengenai kantor aku post di tumblr. Isinya mengeluh semua. Sampai aku ada di satu titik yang merasa sudah tidak tahan, akhirnya cerita ke mamah semuanya. Awalnya ada beberapa hal yang gak enak di kantor tapi gak langsung aku ceritakan, berbulan-bulan kemudian baru cerita. Mungkin Mamah juga udah lelah dengar aku mengeluh, dengar aku cerita tentang mimpi lain yang sulit digapai kalau masih di jalan yang ini. 

Mamah akhirnya merestui, merestui aku merantau lagi. Entah itu kuliah lagi, atau kerja di luar daerah. Pokoknya restunya sudah turun, Mamah tidak lagi mengatakan restunya dengan kata ‘terserah’ kali ini dengan kalimat yang lebih panjang dan memotivasi. 

Hari itu rasanya ingin guling-guling bahagia. Alhamdulillah

Lalu apa langkah selanjutnya ? tidak ada. Iya aku lupa merancang rencana apa yang ku lakukan kalau sudah dibolehkan merantau lagi. Akhirnya aku tidak memutuskan apapun, bimbang. Kebanyakan ragu, mau kerja ragu, kuliah lagi ragu. Jadinya diam, seperti biasa melaksanakan rutinitas bedanya adalah kali ini kalau mau resign gak harus mikir panjang tentang restu orang tua lagi. 

Dan disinilah aku sekarang dengan status mahasiswa baru lagi di salah satu universitas di Solo. Aku, dua bulan yang lalu belum tahu mau apa tahun ini karena sungguh tidak punya target apa-apa selain menjalani hidup dengan lancar aja. Keputusan yang diambil H-1 sebelum berangkat mendaftar kuliah lagi. 

Sebelum berangkat ke solo, aku membongkar barang-barang waktu kuliah di Jogja dan menemukan file-file lengkap PPSMB (ospek). Isinya tugas-tugas, co-card, buku catatan, essay-essay dll. Iseng, buka-buka setiap lembarnya dan berhenti di lembar cita-cita 5 tahun kedepan.

Tulisannya sedikit, waktunya ngga detail penjelasannya pun ngga detail, mungkin karena waktu ngerjain tugas ini dengan mata yang melek 5 watt aja ya. Tapi, ada satu bagian yang bikin aku cukup terkejut dan merenung. 

5 Tahun kemudian,

aku lulus dan bekerja di suatu instansi pemerintah, punya usaha sendiri dan bisa membiayai hidup sendiri.

5 Tahun kemudian,

Ternyata aku dulu punya mimpi bekerja di instansi pemerintah ya dan kalau dihitung waktunya pas sekali dengan yang sekarang, lalu kenapa aku gak bersyukur sama sekali setelah semua mimpiku itu tercapai. Sedih rasanya, kecewa sama diri sendiri yang gak bersyukur saat itu. 

Allah Maha Baik lagi Maha Penyayang. Mimpi yang bahkan aku lupa menuliskan bahkan lupa membawa ke dalam doa pun Allah kabulkan. Tapi setelah Allah kabulkan, aku bisanya cuma mengekspos setiap kesedihan dan kegelisahanku. Bahkan beraninya berdoa untuk bisa menggapai mimpi-mimpi yang lain. Saat itu juga rasanya jadi manusia paling serakah. Setelah mengingat mimpi-mimpi yang lain, ngga sekali dua kali begini. Bahkan rasanya mimpi-mimpi yang aku bahkan lupa pernah memimpikan itu, di suatu hari terkabul. 

Aku dulu sering melupakan mimpi-mimpiku, bahkan sering berganti cita-cita (sampai sekarang masih suka ganti ganti sih) sering mengganti mimpi yang lama jadi yang baru, berubah haluan hanya karena aku merasa gagal. Allah Maha Tahu yang hambaNya perlukan sekarang. Aku, manusia bisanya cuma berkehendak, gagal lalu menyerah padahal usahanya belum maksimal. 😞 Harus terus bersyukur, bersyukur dan bersyukur sesulit apapun rasanya hidup. Allah sungguh Maha Baik.

Usaha, doa dan ikhlas. Allah Maha Pengasih dan Penyayang, Maha Tahu yang diperlukan hambaNya.